Hari ini dalam Sejarah

19 Juni 1944, Bagaimana Seorang Pilot Jepang Berusaha Menyelamatkan Kapalnya dari Torpedo

  • Pertempuran Laut Filipina: Aksi Berani Sakio Komatsu
  • Sakio Komatsu adalah nama yang sering disebut dalam salah satu kisah heroik Perang Dunia II, khususnya pada Pertempuran Laut Filipina, 19 Juni 1944. Ia dikenal karena aksinya yang penuh keberanian dalam upaya menyelamatkan kapal induk Jepang dari serangan torpedo Amerika.

ZONA PERANG(zonaperang.com) Sakio Komatsu adalah seorang pilot Jepang yang dikenal karena keberaniannya selama Pertempuran Laut Filipina pada 19 Juni 1944. Ia bertugas di kapal induk Jepang Taihō, yang merupakan salah satu kapal induk terbesar pada masa itu. Dalam pertempuran tersebut, Komatsu melakukan tindakan heroik dengan terbang langsung menuju torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam Amerika Serikat, Gato-class USS Albacore(SS-218).

Gambar sampul: Yokosuka D4Y Suisei (“Komet”; nama pelaporan Sekutu “Judy”) adalah pesawat pengebom tukik dua kursi yang berbasis di kapal induk yang dikembangkan oleh Yokosuka Naval Air Technical Arsenal dan dioperasikan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dari tahun 1942 hingga 1945 selama Perang Dunia II.

Baca juga : Kisah rahasia tentang bagaimana satelit Soviet membantu menenggelamkan kapal perang Inggris di Atlantik Selatan

Baca juga : Hartojo Moekardanoe: Pilot Pribumi yang Terperangkap dalam Perang Irian Barat, Tragedi Pertempuran Laut Aru

Pertempuran Laut Filipina

Pertempuran Laut Filipina (19-20 Juni 1944) adalah pertempuran laut yang menentukan antara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan Armada Kelima Amerika Serikat. Dalam upaya mempertahankan wilayah strategis di Kepulauan Mariana, Jepang meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan kekuatan udara mereka. Namun, pertempuran ini berakhir dengan kekalahan telak bagi Jepang, termasuk kehilangan banyak pilot berpengalaman.

“Pertempuran Laut Filipina merupakan salah satu pertempuran udara terbesar dalam sejarah, di mana Angkatan Laut Kekaisaran Jepang berusaha mempertahankan kekuasaan mereka di Pasifik melawan serangan angkatan bersenjata Amerika Serikat. Pada saat itu, Jepang mengalami kerugian besar dalam hal pesawat tempur dan armada mereka, dan situasi semakin genting ketika armada AS mulai mendekat.”

Di tengah kekacauan perang, muncul kisah Sakio Komatsu, seorang pilot pesawat tempur yang tindakannya melambangkan keberanian individu di tengah kekalahan besar.

Aksi Heroik Sakio Komatsu

Pada 19 Juni 1944, kapal induk Jepang, yang menjadi basis operasi udara, menjadi target pesawat pengebom torpedo dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Saat itu, Sakio Komatsu baru saja terbang dalam misi patroli udara di sekitar armada Jepang. Ketika melihat torpedo Amerika meluncur menuju kapalnya, ia menyadari bahwa kapal tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk mengelak atau menghindar.

Dalam situasi genting ini, Komatsu mengambil keputusan yang luar biasa: ia menukikkan pesawatnya ke arah sebuah torpedo dengan kecepatan tinggi. Dalam tabrakan yang dahsyat, pesawatnya menghantam torpedo, menyebabkan ledakan yang menghancurkan pesawat, rekan dan dirinya, tetapi berhasil mencegah torpedo mencapai kapal induknya. Aksinya menyelamatkan ratusan nyawa kru kapal dari kehancuran total.

 

“Taiho diluncurkan pada tanggal 7 April 1943, dan diresmikan pada tanggal 7 Maret 1944. Dengan mundurnya Angkatan Laut Jepang di sebagian besar Pasifik, para laksamana menahan Taiho sebagai cadangan hingga dapat dikirim ke tempat yang akan membawa perubahan signifikan.”

Komatsu berhasil menabrakkan pesawatnya ke torpedo, namun sayangnya, ledakan tetap terjadi karena sebuah torpedo lainya mengenai kapal induk Jepang tersebut(tidak sampai menghancurkan kapal). Meskipun upayanya tidak sepenuhnya berhasil dalam menyelamatkan kapal, tindakan heroik Komatsu menjadi simbol keberanian dan pengorbanan para pilot Jepang dalam pertempuran ini.

Pertempuran Laut Filipina sendiri berakhir dengan kemenangan besar bagi pasukan AS, yang berhasil menghancurkan sebagian besar armada udara dan laut Jepang. Namun, kisah heroik seperti yang ditunjukkan oleh Sakio Komatsu tetap menjadi bagian penting dari sejarah pertempuran ini, mengingatkan kita akan semangat dan keberanian para prajurit yang berjuang di medan perang.

Baca juga : Film Courage Under Fire: Sebuah Investigasi Menegangkan tentang Kematian Seorang Pahlawan Perang

Baca juga : Kamikaze: Keberanian dan Keputusasaan Jepang dalam Perang Dunia II

ZP

Recent Posts

Shalahuddin Merebut Palestina dengan Merangkul Syi’ah?

Shalahuddin dan Dinasti Syi'ah: Kolaborasi atau Konflik? Shalahuddin al-Ayyubi, atau lebih dikenal sebagai Saladin, adalah…

4 jam ago

White Death: Kisah Simo Häyhä, Penembak Jitu Paling Mematikan di Dunia

Legenda dari Hutan Salju: Simo Häyhä dan Peperangan Musim Dingin Simo Häyhä, yang lebih dikenal…

1 hari ago

Pesawat Patroli Maritim Kawasaki P-1: Mata Tajam Penjaga Laut Jepang

Kawasaki P-1: Solusi Canggih untuk Ancaman Maritim Abad ke-21 Kawasaki P-1 adalah pesawat patroli maritim…

2 hari ago

Pertempuran Palmdale 1956: Duel Udara yang Memalukan di Langit California

Ketika Drone Lepas Kendali: Pertempuran Palmdale 1956 Pertempuran Palmdale 1956: Ketika Jet Tempur Gagal Mengalahkan…

3 hari ago

Hamburger Hill: Gambaran Brutal Perang Vietnam

Bukit 937: Perjuangan dan Pengorbanan di Vietnam Hamburger Hill: Kisah Nyata Pertempuran yang Terlupakan Film…

4 hari ago

Perempuan Palestina: Pilar Perlawanan Melawan Pendudukan di Women’s History Month

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Palestina, perempuan telah memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai…

5 hari ago