25 Ramadan, Pertempuran Ain Jalut: Kontak senjata yang paling diremehkan dan momentum pembalikan sejarah
ZONA PERANG(zonaperang.com) Sebuah kisah tentang betapa beraninya tentara muslim mengalahkan bangsa Mongol yang tak terkalahkan. Ini bukanlah pertempuran biasa, melainkan pertempuran untuk merebut benteng terakhir Muslim di MENA(Middle East and North Africa).
Ini terjadi hanya dua tahun setelah masuknya Mongol dan menghancurkan Baghdad, tempat lahirnya peradaban yang kemudian diubah menjadi kastil tengkorak, diikuti oleh pawai Mongol ke arah barat.
Setelah pengepungan Aleppo, Mongol bergerak menuju Damaskus yang menyerah tanpa perlawanan. Prajurit kejam ini mengirim utusan ke Mamluk meminta mereka untuk mengikuti tuntutan dan menyerahkan diri. Namun, meskipun dewan menyarankan untuk tunduk pada Mongol, Sultan menolak dan mengumumkan perang terhadap penyerbu Mongol.
Baca juga : 17 Ramadhan, Perang Badar : Perang Terbesar Pertama Umat Islam
Sementara itu, Mongke Khan meninggal dunia dan sesuai dengan adat istiadat Mongol, Hulagu kembali ke Mongolia dengan meninggalkan Kitbuqa, sang gubernur Aleppo, untuk menghadapi krisis tersebut.
Berdasarkan informasi intelijen yang kuat, Kitbuqa menyimpulkan bahwa umat Islam tidak akan mampu mempertahankan serangan dan bergerak maju tanpa menunggu Hulagu kembali. Sultan yang mengetahui sifat ancaman menawarkan Aleppo kepada para baibar saingan politiknya, untuk berjaga-jaga jika mereka melawan Mongol, Baibars dapat ikut serta dalam pertempuran.
Mamluk juga menawarkan tentara salib Latin untuk bergabung dalam pertempuran melawan Mongol, meskipun mereka tidak bergabung tapi mereka mengizinkan tentara Mamluk melewati tanah mereka serta mengizinkan jalur suplai.
Saifuddin al-Qutuz dengan cepat mulai bergerak menuju Ain Jalut di Lembah Yizreel untuk bertemu dengan bangsa Mongol. Di sinilah pertempuran terjadi. Pertempuran Ain Jalut adalah pertama kalinya pasukan Mongol mengalami kekalahan yang begitu dahsyat Dan untuk pertama kalinya ekspansi Mongol dihentikan.
Karena keberanian Sultan Qutuz, strategi militer & visi politiknya, umat Islam dapat mengalahkan bangsa Mongol, menghentikan mereka dari kemungkinan berbaris menuju Mekah & Madinah(Kalau itu sangat sulit memotong langsung Baghdad ke 2 kota suci karena faktor alam dan logistik). Untuk itu Sultan Qutuz dari Mesir dijuluki sebagai ‘Singa Ain Jalut’
Baca juga : 3 September 1260, Pertempuran Ain Jalut: Runtuhnya Mitos Kedigdayan dan Awal Hancurnya Kekaisaran Mongol
Baca juga : Sapi Merah, Al-Aqsa dan Motif Operasi Militer 7 Oktober
Jejak Luka Kolonialisme dalam The Battle of Algiers Di antara banyak film sejarah, The Battle…
Serangan Rudal Pertama di Asia Selatan: Kisah Operation Trident Operation Trident, yang dilaksanakan oleh Angkatan…
Shalahuddin dan Dinasti Syi'ah: Kolaborasi atau Konflik? Shalahuddin al-Ayyubi, atau lebih dikenal sebagai Saladin, adalah…
Legenda dari Hutan Salju: Simo Häyhä dan Peperangan Musim Dingin Simo Häyhä, yang lebih dikenal…
Kawasaki P-1: Solusi Canggih untuk Ancaman Maritim Abad ke-21 Kawasaki P-1 adalah pesawat patroli maritim…
Ketika Drone Lepas Kendali: Pertempuran Palmdale 1956 Pertempuran Palmdale 1956: Ketika Jet Tempur Gagal Mengalahkan…